Perkembangan Kasus Pembunuhan 2 Pegawai Pajak

By | April 15, 2016
parada korban pembunihan pajak

Jenazah Parada (pegawai pajak) disemayamkan di Jalan Air Bersih Ujung, Kompleks Perumahan Pertamina Blok III, Medan Kota.

Kasus Pembunuhan Pegawai Pajak – Penyuluhan Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Mekar Satria Utama menyatakan bahwa tunggakan pajak AL (Agusman Lahagu), pelaku penusukan terhadap dua pegawai Ditjen Pajak, sebesar Sekita Rp 14 miliar yang tergolong dalam pajak perseorangan. “Jadi bukan perusahaan,” kata Mekar di Markas Besar Kepolisian, Rabu, 13 Januari 2017.

Siapa Agusman Lahagu?

AL merupakan pengusaha karet. Selain itu, Mekar menjelaskan, AL mengumpulkan getah karet dari pengepul lainnya. Karena itu, tunggakan pajaknya tergolong besar. AL telah menunggak selama 2,5 tahun. “Saat diserahkan ke pihak ketiga, kami kan ada datanya,” ujarnya. “Data itu menjadi dasar kami untuk melimpahkan surat penagihan.”

AL membunuh Parada Toga Fransriano, juru sita pajak negara Kantor Pelayanan Pajak Sibolga, dan Soza Nolo Lase, petugas honorer Satuan Pengamanan KP2KP Gunung Sitoli, di perkebunan karet miliknya di Nias, Sumatera Utara. Saat itu, keduanya menyerahkan surat penagihan pajak kepada AL. “Surat itu untuk memberi klarifikasi tunggakan pajak harus dipenuhi,” kata Mekar.

Kedua korban diketahui bernama Parado Toga Fransriaono Siahaan, juru sita seksi penagihan pajak, Unit Kerja Kpp Pratama Sibolga dan Sozanolo Lase merupakan pegawai honorer Kantor Pajak Gunungsitoli. Sedangkan pelaku pembunuhan berinisial AL alias Ama Teti Lahagu.

Di lokasi kejadian, personil polisi melakukan olah tempat kejadian perkara terhadap kedua jenazah. Selain itu, beberapa alat bukti yang ada di lokasi kejadian diamankan polisi.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Dia menilai pihaknya salah melakukan antisipasi. Alasannya, Nias dipertimbangkan sebagai daerah yang aman. Dia pun meminta jajarannya untuk selalu berkoordinasi dengan kepolisian. “Daerah yang dikira biasa, ternyata rawan. Kami sudah berdiskusi dengan Kapolri untuk selalu didampingi,” ujarnya.

KRONOLOGI PEMBUNUHAN 2 PETUGAS PAJAK

“Inisialnya AL, jumlah tunggakannya memang miliaran rupiah,” kata Satria saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (13/4/2016).

“Tunggakan tersebut berasal dari penetapan dua tahun pajak, yaitu tahun 2010 dan 2011,” sambungnya. Satria mengatakan dirinya tak bisa mengungkap detail jumlah tunggakan tersangka.

“Itu bagian dari rahasia wajib pajak yang tidak bisa diberikan,” jelasnya. Namun Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua menyebut Agusman menunggak pajak hingga Rp 14 miliar rupiah.

Agusman hingga kini masih diperiksa intensif oleh pihak kepolisian. Akan dicari tahu apa pemicu yang menyebabkan Agusman tega menikam Parada dan Soza dengan pisau hingga tewas.

Satria meminta kepolisian engusut tuntas kasus pembunuhan tersebut. Apalagi, pembunuhan terjadi ketika petugas tersebut sedang menjalankan tugas.

“Kami akan mengawal proses hukumnya hingga tuntas. Kami juga akan konsolidasi ke dalam khususnya mendorong petugas untuk tidak mundur dalam melakukan tugasnya kendati ada intimidasi yang mungkin saja terjadi karena ini adalah tugas negara,” bebernya saat dihubungi Selasa 12 Januari 2017 tadi malam.

Kejadian ini sempat menjadi perhatian warga setempat dan para pengendara, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas, hingga saat ini pihak Kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi atas kejadian pembunuhan dua pegawai pajak ini.

Selanjutnya, kepada korban PNS Paradi Toga Fransriano Siahaan, berdasarkan ketentuan yang berlaku akan diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat dari II C ke II D dan tunjangan. Sementara seluruh biaya pemakaman akan ditanggung negara.

“Kami juga akan memberikan tali asih bantuan terhadap keluarga korban yang dikumpulkan dari seluruh pegawai. Dan tidak tertutup kemungkinan akan memberikan beasiswa jika korban memilik anak,” pungkasnya.

Prarekonstruksi Pembantaian Petugas Pajak Digelar Polres Nias

Rekontruksi penikaman dua pegawai pajak yang menewaskan Parada Toga Fransiano Siahaan dan Soza Nolo Lase digelar Polres Nias. Dalam prarekonstruksi terungkap bahwa pelaku pembantaian bukan hanya Agusman Lahagu, namun empat orang karyawannya juga ikut terlibat dalam kasus tersebut.

“Dari adegan-adegan yang diperagakan di TKP, penyidik akhirnya menetapkan empat orang tersangka yakni karyawan AL, selain AL yang dijadikan pelaku utama. Keempat orang yang ikut serta pada kejadian tersebut merupakan pekerja buruh di gudang karet, yakni AZ, DL, MG, dan BL,” ujar Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua, Kamis (14/4/2016).

Dalam prarekonstruksi terlihat, kedua pegawai pajak yakni Parada Toga dan Soza Nola Lase pada Selasa 12 Januari 2017, medatangi rumah AL dengan menyampaikan tujuan dari kedatangan dua pegawai pajak tersebut. Setelah bertemu dengan AL, keduanya disuruh menunggu di pondok depan rumah AL yang merupakan gudang getah karet. Saat itu, AL masuk kegudang dan mengambil pisau yang bisa digunakan untuk menyadap getah karet dan menaruhnya di pinggangnya.
Kedua pegawai pajak yang tidak menaruh curiga terhadap AL, duduk menunggu di pondok gudang karet tersebut. Tak lama berselang, keduanya didatangi pelaku dan langsung menikam Parada Toga dan Soza Nolo Lase.

Akibat perbuatan keji tersebut, kelima pelaku akan dikenakan Pasal 40, subsider Pasal 338, dan Pasal 170 ayat (1), ayat (2) ke 1e, 2e, 3e subsider Pasal 351 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan Pasal 214  subsider Pasal 212 jo Pasal 55, dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

sumber :

  • tempo.co
  • detik.com
  • sindonews.com
  • riau24.com

Author: Aini Sastra

Saya sangat berterimakasih kepada semua kontributor, Editor, penulis serta pembaca setia www.internetispeople.com, saya pribadi sebagai pengembang sangat menghargai semua karya serta apresiasi mereka . Dan untuk terjaga suasana yang nyaman dan santai bagi semua pihak. saya juga menghimbau untuk para pembaca, penulis ataupun Editorial di LikeUpdate.com apabila menemukan pelanggaran atau hal yang tidak ber-etika di halaman InterneIisPeople.com silahkan laporkan melalui form contact us pada menu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *