Berita Kasus Pengobatan Chiropractic First merenggut satu nyawa

By | January 11, 2016

chiropractic_pic_3F

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan meninggalnya seorang wanita setelah melakukan terapi tulang belakang di sebuah klinik yang bernama Chiropractic First yang terletak disalah satu mall di Jakarta. Sebenarnya kejadian ini terjadi sekitar lima bulan yang lalu, namun baru belakangan ini heboh. Wanita yang bernama lengkap Allya Siska Nadya ini meninggal setelah dua kali melakukan terapi di klinik ini. Sedianya Allya akan melanjutkan kuliah S2 di Perancis pada bulan  September ini, namun sayang cita-citanya harus terkubur bersama jasadnya.

Sebenarnya chiropractic belum begitu populer di masyarakat Indonesia, namun terapi yang satu ini sudah familiar bagi masyarakat Amerika. Chiropractic adalah suatu bentuk koreksi tulang dengan menggunakan tangan. Biasanya seorang ahli chiropractic akan mendapat sebuah sertifikat yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan berhak melakukan Chiropractic. Chiropracti sendiri bukan termasuk dalam pengobatan medis, melainkan pengobatan tradisional. Dan oleh klinik Chiropractic Fisrt dikemas dalam kemasan modern, sehingga orang berpikir bahwa chiropractic adalah pengobatan medis. Selain itu biaya untuk melakukan terapi ini pun tidak bisa dibilang murah, karena pasiennya harus membayar antara 17 sampai dengan 36 juta. Chiropractic first sendiri mempunyai 10 cabang yang tersebar di Ibu kota.

Sampai saat ini dokter yang menangani Allya Siska Nadya masih buron. Usut punya usut dokter yang bernama Randall ini ternyata mendapatkan sanksi di California, di mana yang bersangkutan dilarang melakukan terapi Chiropractic selama tiga tahun, terhitung dari tahun 2012. Selain itu Dokter Randall pun tidak mempunyai ijin bekerja di Indonesia yang berarti dokter tersebut illegal.

Sampai saat ini kepolisian belum mengetahui keberadaan dokter Randall. Namun kepolisian Indonesia sudah bekerja sama dengan FBI untuk menemukan keberadaan dokter Randall. Polisi juga sudah memeriksa 11 saksi untuk kasus ini. Namun polisi masih terkendala ijin keluarga Allya untuk melakukan autopsy. Namun, apabila ijin dari keluarga tak juga ada, polisi tetap akan melakukan autopsy guna mengetahui penyebab kematian Allya.

Untuk itu masyarakat diharapkan bijak dalam memilih pengobatan, agar hal – hal seperti ini tidak terulang lagi dikemudian hari. Karena pada hakikatnya kita berobat untuk mendapatkan kesembuhan, bukan sebaliknya. Maka dari itu berhati-hatilah dalam memilih pengobatan, agar terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan.


Author: Aini Sastra

Saya sangat berterimakasih kepada semua kontributor, Editor, penulis serta pembaca setia www.internetispeople.com, saya pribadi sebagai pengembang sangat menghargai semua karya serta apresiasi mereka . Dan untuk terjaga suasana yang nyaman dan santai bagi semua pihak. saya juga menghimbau untuk para pembaca, penulis ataupun Editorial di LikeUpdate.com apabila menemukan pelanggaran atau hal yang tidak ber-etika di halaman InterneIisPeople.com silahkan laporkan melalui form contact us pada menu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *