Akhirnya Gembong Narkoba Freddy Budiman Telah Dieksekusi Mati

By | July 29, 2016

Freddy Budiman

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmat menyatakan bahwa eksekusi mati atas terpidana kasus narkoba sudah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2017. Mereka semua terkait dalam kasus kejahatan narkoba.

Gembong narkoba, Freddy Budiman, akhirnya meregang nyawa lewat peluru penembak Brimob pada pelaksanaan eksekusi mati jilid III di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Barusan tadi jam 00.45, telah dilaksanakan eksekusi mati terhadap beberapa terpidana mati,” kata Noor, di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Noor mengatakan, salah satu terpidana yang dieksekusi adalah Freddy Budiman. Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan nama yang bersangkutan.

Freddy Budiman merupakan terpidana mati pertama yang dieksekusi selain 13 terpidana mati lainnya, setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung.

“Freddy ini semua orang tahu bagaimana kiprahnya dalam peredaran narkoba selama ini,” ujar Noor.

Noor menuturkan di tingkat Pengadilan Negeri, Freddy mendapat vonis hukuman mati. Begitu pula saat di Pengadilan Tinggi vonis hukuman mati, sampai PK ditolak.

“Yang bersangkutan tidak pernah mengajukan grasi kepada presiden, hak untuk mengajukan grasi gugur,” ujar Noor.

Noor menambahkan bahwa Freddy merupakan penjahat narkoba yang beroperasi tidak hanya di Jakarta. Jangakauannya sampai Surabaya, Bali, Makasar bahkan Papua.

“Di dalam penjara, LP pun juga masih mengendalikan peredaran narkotika ini,” tutur Noor.

Freddy Budiman merupakan terpidana mati pertama yang dieksekusi selain 13 terpidana mati lainnya, setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung.

Feddy kembali berurusan dengan aparat pada 2011. Saat itu, dia kedapatan memiliki ratusan gram sabu-sabu dan bahan pembuat ekstasi. Ia menjadi terpidana 18 tahun karena kasus narkoba di Sumatra dan menjalani masa tahanannya di Lapas Cipinang.

Modus yang dilakukannya dengan memasukan ke dalam akuarium di truk kontainer.

Setelah kasus di LP Cipinang, pria yang berubah menjadi alim itu dipindahkan ke LP Gunung Sindur, Bogor hingga akhirnya ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jateng.

Selanjutnya jenazah Freddy Budiman akan dibawa ke kampung halamannya di Surabaya.

Sebelumnya, pengacara terpidana mati Freddy Budiman, Untung Sunaryo, mengatakan kliennya menyampaikan permintaan untuk dimakamkan di Surabaya.

“Freddy mengucapkan permintaan maaf di antaranya kepada Kepala Kejaksaan Agung Pak Prasetyo, Kapolri Pak Tito, dan Kepala BNN Pak Budi Waseso,” kata Untung di dermaga Wijaya Pura, Cilacap, Rabu (27/7).

Dia telah bertemu kliennya tersebut dan kondisinya dalam keadaan sehat dan tobat nasuha.

“Saya menemani keluarga Freddy yang menjeguk mamanya, kakaknya, dan anaknya Freddy. Dia sudah betul-betul siap dan menyerahkan bulat-bulat kepada Allah SWT,” kata Untung.

Sumber :

  • Republika.co.id
  • detik.com

Author: Aini Sastra

Saya sangat berterimakasih kepada semua kontributor, Editor, penulis serta pembaca setia www.internetispeople.com, saya pribadi sebagai pengembang sangat menghargai semua karya serta apresiasi mereka . Dan untuk terjaga suasana yang nyaman dan santai bagi semua pihak. saya juga menghimbau untuk para pembaca, penulis ataupun Editorial di LikeUpdate.com apabila menemukan pelanggaran atau hal yang tidak ber-etika di halaman InterneIisPeople.com silahkan laporkan melalui form contact us pada menu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *